Senin, 30 Juni 2025

MISTERI KAMERA CCTV

 


MISTERI KAMERA CCTV


Ada dua orang remaja pria yang bersahabat karib,

mereka bersahabat sejak mereka sekolah. Karena

kebutuhan ekonomi dan untuk menambah uang saku mereka berdua bekerja part time disebuah toserba kecil yang buka selama 24 jam. Mereka mulai bekerja sejak tengah malam dan shift berakhir pada jam 7 pagi keesokan harinya. Karena dua remaja ini bekerja pada malam hari dimana

sedikit pelanggan yang datang, mereka berdua

seringkali merasa bosan. Mereka lebih sering duduk

dibelakang meja kasir, ngobrol, menonton film atau

bermain game di ipad mereka.


Pada suatu malam mereka seperti biasanya duduk

dibelakang meja kasir, mengobrol dan makan makanan kecil. Monitor kamera keamanan ada di belakang meja kasir, dan posisi membelakangi meja kasir, dan selang beberapa waktu mereka tidak melihat apa apa. Karena pengunjung tiap malam selalu sepi bahkan nyaris tidak ada, mereka mengecek monitor ini sesekali saja. Layar

monitor ini terbagi menjadi empat, merekam empat

bagian dari toserba tersebut yaitu; parkiran, lorong

makanan, kasir dan rak majalah.


Ketika salah satu penjaga toko melirik ke monitor, dia melihat ada seorang wanita yang berdiri menghadap rak majalah memunggungi kamera. Wanita ini memiliki rambut panjang yang lebat dan terlihat sangat lurus dan berkilau sampai pada pinggangnya.

“aneh” katanya dalam hati “aku tidak mendengar suara pintu toserba terbuka sebelumnya, bagaimana bisa dia berada disana” Namun dia tidak begitu memperdulikan hal ini dan

kembali asyik menonton film di ipadnya. Namun

sesuatu yang aneh terjadi.


Satu setengah jam berikutnya dan ketika dia melirik ke monitor lagi, wanita ini masih ada disana. Dia tidak menunjukan tanda tanda bahwa dia bergerak atau berpindah tempat, atau melakukan hal lainnya. Dia hanya berdiri disana, dan tampak tertunduk seperti sedang melihat majalah. Penjaga toserba ini kemudian merasa kesal juga “wanita ini pasti sedang berusaha untuk membaca majalah secara gratisan!”

Dia kemudian mengamati gambar di monitor, mencoba mengamati wanita ini lebih jelas, namun dari layar monitor tampak terlihat bahwa tangan wanita ini kosong. Dia hanya berdiri disana, seperti menatap lurus kearah majalah yang tersusun rapi dirak. “hey” penjaga toko ini kemudian berbisik kepada rekannya. “apakah kau pikir wanita ini hendak mencuri sesuatu?” Temannya berpikiran sama dengannya dan menganggukkan kepala.


Perilaku wanita ini nampak sangat mencurigakan, kemudian dua remaja penjaga toserba ini keluar dari ruang dibelakang meja kasir untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan berencana untuk menangkap basah wanita ini jika benar dia memang punya niat untuk mencuri sesuatu. Salah satu dari mereka pergi mengendap endap lewat lorong samping kiri dan satu yang lainya dari sisi

sebelah kanan, namun ketika mereka mengintip pada arah rak majalah, mereka sungguh terkejut, karena wanita tersebut sudah tidak ada ditempat.


“kemana perginya teletubies???” kata salah satu dari mereka berusaha untuk melawak untuk mencairkan suasana yang membuat mereka sedikit merinding. “kemanapun wanita itu pergi… seharusnya dia berpapasan dengan kita tadi” Begitu dia menyelesaikan kalimatnya, mereka berdua mendengar suara guyuran air dari arah kamar kecil. “apa apaan ini?” kata pelayan kedua “bagaimana caranya dia bisa sampai dikamar mandi?” Dua pelayan ini kemudian memeriksa monitor kamera keamanan lagi, namun ketika mereka melihat monitor, wanita itu sudah ada di depan rak majalah lagi, berdiri tertunduk, sama seperti sebelumnya. “wahhh… dia benar benar secepat kilat” kata salah satu pelayan bingung. “terlalu cepat…” sahut temannya lagi. Berpikir bahwa pasti ada kerusakan dengan kamera

keamanan, mereka berdua kembali ke rak majalah,

dan lagi… mereka tidak menemukan siapapun disana.


Keringat dingin mulai menetes. Mereka saling

berpandangan dan mulai merasa ketakutan, tanpa

banyak kata lagi mereka segera menuju ke ruang dibelakang kasir lagi. Kali ini ketika mereka mengecek monitor lagi, kamera keamanan menunjukan bahwa tidak ada siapapun di

depan rak majalah. “dia pergi” kata salah satu pelayan sambil menghela nafas lega dan memalingkan wajahnya kearah temannya. “tunggu… jangan bergerak sedikitpun….” Bisik

temannya tiba tiba. Mereka berdua terdiam terpaku, menatap kearah layar monitor. “ada apa?” tanya pelayan satunya. Dan temannya menjawab dengan suara bergetar dan berbisik nyaris tak terdengar “jangan menoleh kebelakangmu” Pelayan pertama merasa bingung, namun merasa

tegang juga melihat kelakuan temannya ini. Dia hanya melihat bayangan dirinya dan temannya terpantul di layar monitor. Dan kemudian dia menyadarinya….. tepat diantara wajah mereka di pantulan layar dia melihat wajah orang ketiga. Sebuah wajah yang sangat pucat…. Wajah dari seorang wanita. Mereka berdua terlalu ketakutan sehingga tidak mampu untuk bersuara apalagi berteriak.


Mereka hanya berdiri disana, terpaku diselimuti horror yang sangat mengerikan, bulu kuduk serasa berdiri semua dan mereka tidak berhenti gemetar. Namun beberapa menit kemudian wajah wanita itu menghilang. “kupikir dia sudah benar benar pergi sekarang” kata salah satu pelayan. Dengan gugup dia menoleh perlahan dari balik bahunya…. Dan memang tidak ada siapapun disana. Namun temannya ini masih tampak sangat ketakutan.

Keringat dingin masih terus saja mengalir dari

wajahnya. “kupikir belum” katanya.


Mereka berdua kemudian melihat ke arah layar monitor lagi. Dan mereka melihat lagi wanita itu…. berdiri disana dalam keadaan seperti sebelumnya. Dan perlahan lahan kepalanya berputar menghadap tepat kearah kamera… perlahan… sangat perlahan sehingga akhirnya benar benar menghadap kamera, namun yang menghadap kamera hanya kepalanya saja sedangkan badannya masih tetap menghadap kearah rak buku. Dan perlahan lahan pula wanita ini mulai tersenyum… senyuman melebar menjadi sebuah seringai. Namun seringai ini demikian lebarnya hingga Npnampak mulutnya menjadi sangat lebar… 


Mulutnya nampak sobek dari ujung telinga kiri sampai ujung telinga kanan. Dari tangannya wanita itu kini terlihat memegang sebilah pisau. Dan lewat sudut yang tidak mungkin pula kemudian wanita ini tampak seperti mengiriskan pisau itu ke lehernya sendiri.

Melihat pemnadangan horror yang mengerikan ini

mereka berdua tanpa pikir panjang lagi segera

mengambil langkah seribu. Mereka berlari terbirit birit tanpa pernah menoleh kebelakang lagi. Mereka hanya berhenti berlari ketika sampai dirumah mereka.


Keesokan harinya, dua remaja ini segera menghadap pemilik toserba dan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Saat ini toko tersebut tidak buka 24 jam lagi. Toko ini tutup menjelang tengah malam dan baru dibuka lagi saat pukul 7 pagi. 


👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND


Minggu, 29 Juni 2025

Pengalaman Menyeramkan Di Jalan Tol Cipularang


 

Pengalaman Menyeramkan Di Jalan Tol Cipularang


Akhirnya aku pulang juga. Badanku sangat pegal. Itu karena seharian aku syuting di Bandung untuk sebuah liputan. Mataku sudah mulai mengantuk. Tapi sayangnya aku tidak bisa tidur. Karena aku harus menemani Dika, kameramenku yang juga menyetir untuk sampai ke kantorku di Jakarta. Dan kami pun masuk ke jalan penghubung Bandung – Jakarta, yang dikenal dengan Tol Cipularang.

Di mobil kami duduk bertiga. Aku duduk di depan, sebelahku Dika yang menyetir, dan satu lagi Cici yang duduk di jok belakang. Aku melihat jam menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Suasana jalan Tol Cipularang ini sedikit sepi. Karena mungkin hari biasa dan sudah larut malam juga. Aku lihat dari spion tengah Cici sudah tertidur. Dika pun menegurku untuk tidak tidur.

“Hmm.. Dasar Penakut!” kataku. Tapi memang masih hangat – hangat beberapa kejadian yang terjadi di Cipularang kilometer Sembilan puluh tujuh itu. Mungkin Dika takut melihat hal – hal aneh.

Agar tidak mengantuk, aku menyalakan Cd audio di mobil. Sambil mengobrol santai, kamipun tertawa – tawa. Iseng aku melihat ke jalan. Mmh.. Sudah masuk kilometer enam puluh.

Ketika aku sadar. “Loh,,Dik, Kok Cd Audionya mati sich?” Dika dan aku saling berpandangan. Aku nyalakan lagi Cd Audionya, dan tak lama mati lagi. Sampai beberapa kali seperti itu. “Cd Audionya rusak ya Dik? Kok mati terus sich?” tanyaku. Dika pun hanya menggelengkan kepala.

Merasa bosan, aku mencoba mencari – cari hiburan. Aku melihat sebuah mobil di depan dan bertanya kepada Dika. “Dik, coba deh, kira – kira ada berapa orang yang ada di dalam mobil itu?” Lalu Dika memberi lampu jauh. Dan terlihat dari bayangan kepalanya ada dua orang.

“Dua Orang!” Aku menjawab semangat. Dika Nampak kalah. Untuk memastikan ada berapa orang, kami menyusul mobil itu.

Dannnnn….. hah! Di dalam mobil itu, penumpangnya hanya sendiri. Aku dan Dika terdiam. Aku dapat merasakan mobil ini menjadi sangat cepat.

“Eh, Eh, Eh, Dik santai Dik!” Aku menenangkan Dika. Aku memastikan lagi dengan melihat ke spion kiri mobil. “Hah!” Aku tersentak kaget, ketika aku melihat hal aneh. Seperti sebuah kain putih yang menempel di belakang kiri mobil dan berterbangan tertiup angin.

Aku terdiam. Tapi karena penasaran, aku pastikan melihatnya lebih jelas lagi. Aku coba melihat ke spion tengah. Aku bisa melihat Cici tertidur pulas. Tapi, seperti ada… Aku geser sedikit spion tengah mobil. ASTAGA!! Di sebelah Cici duduk seorang wanita dengan baju putih dan rambut hitam sebahu, Duduk menunduk. Reflex, aku langsung mengarahkan kaca spion itu ke atas. Dika menegurku keheranan. Sedikit emosi dia bilang, bagaimana dia bisa melihat ke arah belakang. Aku tidak menjawabnya. Dan menyuruh Dika untuk terus konsen menyetir.

Aku berusaha tenang. Walaupun mulai ketakutan. Perasaanku campur aduk. Aku ingin melihat lagi ke belakang, apa sosok itu masih ada atau tidak. Tapi aku takut. Aku coba untuk bersikap normal. Dan kembali mengobrol.

TEETTT….. TEETTT…..

Tiba – tiba, sebuah mobil member lampu tembak sambil membunyikan klakson. Dika memberi jalan mobil itu untuk menyusul. Sebuah mobil kijang berwarna merah marun dengan plat B menyusul mobil kami.

Aku sempat bercanda. “Dik, pasti tuh orang kebelet ya jadi buru – buru ngebut. Haha..” Aku dan Dika tertawa. Hingga…..

TEETTT….. TEETTT…..

Sebuah mobil di belakang memberi lampu tembak lagi. Kami memberi jalan lagi untuk mobil itu lewat. Entah perasaan ku saja atau memang mobil yang menyusul kami ini sebuah mobil kijang berwarna merah marun dengan plat B.

Aku dan Dika mendadak memperhatikan mobil itu dengan seksama. Aku bahkan menghafalkan plat nomornya dan Dika menghafalkan mobilnya. Mobil itu pun menjauh. Dika melambatkan kecepatan mobil kami.

Suasana semakin sepi. Lampu penerangan di jalan ini tidak bagus. Dan aku tidak tahu pasti ini berada di kilometer berapa. Dan sebuah mobil memberi lampu tembak lagi.

TEETTT….. TEETTT…..

Aku dan Dika mulai merasakan perasaan tidak enak. Mobil itu mulai menyusul. Aku perhatikan dengan seksama. Kaca mobil itu sangat gelap. Dan saat menyusul, secara reflex aku ambil kamera digitalku dan langsung ku foto mobil itu.

Hah! Benar saja. Itu mobil kijang merah marun lagi. Dan dengan plat nomor yang sama. Tidak akan mungkin ada mobil yang sama lewat sampai tiga kali di jalan tol. Bulu kudukku berdiri. Aku berusaha membuat Dika tetap konsen. Mobil itu melaju cepat. Dika kembali menekan gas mobil dan mencoba menyusulnya.

Di depan kami melihat sebuah truk kontainer berada di jalur kiri. Dan sebuah bis berada di jalur kanan. Mobil kijang menyalip di antara bis dan truk itu. Mobil kami pun mengikutinya.

Dan….. Mobil itu hilang! Hilang…..!!! Ini benar – benar tidak mungkin. Aku dan Dika menengok ke belakang. Dan ASTAGA! Truk dan Bis itu pun tidak ada! Dika semakin kencang mengemudikan mobil ini. Kami berdua hanya terdiam. Sampai akhirnya kami pun tiba di pintu tol dalam kota.

Esok paginya, kami membahas kejadian yang kami alami semalam. Memang banyak misteri di jalan tol Cipularang. Dan kejadian yang aku alami beserta temanku ini, juga mungkin pernah dialami oleh pengguna jalan lain di jalan tol Cipularang.

Dan pagi itu, saat aku melihat tv. Ternyata diberitakan, telah terjadi kecelakaan maut yang menimpa sebuah mobil travel di kilometer Sembilan puluh tiga. Dan aku jadi teringat kameraku. Aku membukanya. Melihat hasil foto semalam.

Hah! Bulu kudukku tiba – tiba berdiri. Aku sangat merinding. Ketika aku lihat hasil gambar itu. Terlihat sebuah papan petunjuk jalan yang tak sengaja terfoto. Yang terlihat menunjukkan kilometer Sembilan puluh tiga.


👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Sabtu, 28 Juni 2025

Legenda NANG NAAK (hantu thailand )

 


Legenda NANG NAAK (hantu thailand )



Tidak satupun orang Thai yang tidak tahu legenda horor Mae Naak (Nang Naak-perempuan). Di banyak desa di Thailand bahkan ada permainan namanya "Nang Nak" & ketika namanya disebutkan, anak-anak kecil pasti lari berhamburan, menjerit histeris dan kemudian bersembunyi, para ibu di negara Gajah Putih itu juga sering menggunakan nama Nang Naak untuk mendiamkan anak-anak mereka yang sedang rewel, "kalau nggak diam juga,Hantu Naak akan mengejar kalian & memakan kepalamu memakai sambel!" begitu hardik para ibu disana.


Mengenai keberadaan legenda Nang Naak sampai kini masih menjadi misteri. Tidak ada bukti sejarah lain, hanya makamnya di kompleks kuil Mahabute. Namun demikian, banyak orang Thailand percaya bahwa legenda itu benar-benar ada, atau setidaknya sebagian dari legenda itu dipercaya pernah terjadi. 


Disebutkan bahwa Nang Naak dilahirkan di Phra Khanong sebuah daerah di Bangkok sekitar 130 tahun yang lalu kurang lebih pada masa-masa terakhir pemerintahan Raja Rama IV (1851-1868) dan kemudian meninggal 18 tahun kemudian disaat persalinannya pada masa rezim Raja Rama ke V (1868 – 1910).


Konon, legenda ini diawalai dengan kisah cinta dua remaja. Seorang gadis bernama Nang Naak jatuh cinta pada seorang pemuda tampan bernama Nai Maak. Mereka tumbuh bersama didesa yang sama, namun hubungan sepasang kekasih ini mendapat tentangan dari keluarga sang pemuda, Nai Maak, yang dikisahkan berasal dari keluarga kaya. Sedangkan si gadis, Nang Naak, hanya berasal dari keluarga sederhana.


Tidak peduli pada kerikil atau lancarnya hubungan itu, mereka berdua akhirnya menikah dan hidup bersama. Tak lama setelah pernikahan itu, Nai Maak kemudian menjadi sukarelawan wajib militer berperang melawan Cina, ia meninggalkan istri yang mengandung anaknya dengan kesedihan dan ketakutan yang mungkin akan muncul. 


Karena luka parah yang diderita Nai Maak akibat peperangan, ia kemudian mendapatkan perawatan yang cukup lama disebuah kuil. Sebagai istri yang setia, Mae Naak selalu menantikan saat2 kembalinya sang suami, namun hari tersebut tidak pernah ada hingga akhir hayatnya.


Berbulan bulan setelah kepergiannya, hari itu Nai Maak kembali ke desanya, sungai yang membelah daratan dimana ditepian sungai tersebut rumahnya berada, telah disusurinya. Kampung itu nampak sepi dan sunyi, ada rasa ragu dihatinya, kemana penduduk desanya…? Kenapa begitu sunyi………


Namun keraguan itu tak berlangsung lama ketika sosok perempuan yang sedang duduk dimuka rumah panggungnya ditepi sungai. Ia duduk menimang bayinya. Ia yakin itu adalah Mae Naak, istrinya dan bayi itu pastilah putranya yang lahir ketika ia berperang. Perahunya mendekat, ia tak sabar ingin segera menyapa istri dan anaknya yang telah ia tinggalkan berbulan bulan lamanya.


Nai Maak menyapa dan memeluk istri dan bayi mereka dengan suka cita, namun istrinya tidak banyak bicara, hanya sorot matanya yang sayu melukiskan kerinduan yang amat dalam pada suaminya. Pertemuan yang agak aneh itu terjadi sangat cepat namun mengesankan. Keluarga itu kembali berkumpul dan berbahagia.


Kehidupan selanjutnya bukanlah hal yang mudah bagi Nai Maak (suami), hari harinya penuh dengan mimpi buruk karena trauma perang. Namun demikian, sebagai istri yang baik, Nang Naak selalu melayani suaminya dengan sebaik-baiknya.


Hari berganti hari, bulan berjalan, suatu pagi terlihat oleh Nai Maak kepala biara datang bersama beberapa pendeta muda lain menuju rumahnya. Kepala pendeta itu melihat suasana rumah Nai Maak yang lusuh, berdebu dan penuh dengan sarang laba-laba, seperti rumah yang tak berpenghuni sekian lama.


Kepala pendeta telah mendengar kembalinya Nai Maak selesai berperang, namun yang membuat kepala pendeta tsb cemas adalah ceritera penduduk yang dulu pernah menjadi tetangga dekat di kampung yang sama dengan Nai Maak. Bahwa mereka meninggalkan kampung Nai Maak disepanjang tepian sungai karena hantu Nang Naak yang sering bergentayangan menyebar terror di kampung mereka.


Mae Naak sebetulnya telah meninggal berbulan-bulan yang lalu jauh sebelum suaminya kembali dari perang. Dan sesungguhnya Nai Maak telah pulang kerumah yang tak berpenghuni. Lalu siapa yang selama ini menemani dan merawat dia..? 


Apakah betul... istrinya Mae Naa? Saat hatinya galau, kepala pendeta itu menyuruhnya untuk melihat Naak yang saat itu sedang memasak dibelakang rumah, dengan cara membungkukkan badan dan melihat siapa Naak sebenarnya diantara kedua kaki yang dibentangkan. 


Yang terlihat kemudian oleh Nai Maak adalah peralatan memasak itu bergerak sendiri, tidak ada seorangpun disana. Jadi selama ini hantu Nang Naak telah mengelabui penglihatan Maak. Rumah yang selama ini dia lihat begitu bersih dan sejuk tiba-tiba nyata terlihat seperti yang disaksikan kepala pendeta itu: lusuh, berdebu, sangat kotor dan hampa.


lalu bagaimana ia meninggal? Pendeta itu berkisah


Saat hari bersalin tiba, dlm badai Naak berusaha melahirkan bayinya, namun persalinan itu berakhir dengan kematian, bayi itu mati bersama ibunya. Nang Naak meninggal dalam kesedihan dan kerinduan. Para tetangga yang bersimpati menguburkan mereka secara baik-baik, tapi arwah Naak tetap bergentayangan. Ketika Maak kembali dari perang, hantu Nang Naak menjelma menjadi manusia.


Kisah cinta misterius itu serta merta berubah menjadi adegan horror. Begitu mendengar kenyataan yang telah dikisahkan Kepala Pendeta, Nai Maak lari…… dan tersadar bahwa selama ini, ia telah hidup bersama hantu istri dan bayinya. Hantu Nang Naak terus mengikuti kemanapun Maak pergi. Selama perburuan itu hantu Nang Naak berlaku brutal dan tidak segan membunuh siapa saja yang menghalanginya. 


Penduduk desa kemudian mendatangkan dukun, para pemuka agama bahkan pengusir setan yang dari berbagai penjuru di Thailand untuk melawan hantu Nang Naak, namun usaha itu sia sia. Hantu itu terus mebunuh siapa saja yang menghalanginya bahkan para pendeta yang sedang mengamankan Maak di dalam kuil.


Akhirnya seorang pendeta muda yang datang dari daerah yang cukup jauh berhasil mendamaikan arwah penasaran Naak, beberapa versi legenda ini percaya, dialah Somdej Phra Puttajan dari Thonburi, khabarnya ia menggali kembali kubur Naak dan memberi semacam pasak yang konon ditinggalkan oleh Pangeran dari Chumporn pasak bertali itu kemudian dililitkan dikepala Naak, dan lenyap kedalam tengkoraknya ....(mirip kuntilanak yea).


Nai Maak yang berduka kemudian memutuskan untuk menjadi pendeta.


Kini, tempat pemakaman Nang Naak menjadi salah satu tempat yang kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru di Thailand bahkan turis manca negara. Makam itu terletak di batas kompleks kuil Mahabute di On Nut, Sukumvit Soi 77, Bangkok. Kini, baik kuil maupun penduduk yang tinggal disekitarnya mendapatkan rejeki dari kepopuleran legenda Nang Naak.

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Kamis, 26 Juni 2025

KANJENG RATU KIDUL

 


KANJENG RATU KIDUL



Cerita Legenda


Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai selatan mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di kalangan penguasa kraton dinasti Mataram Islam (Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta) bahwa penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul, merupakan "istri spiritual" bagi raja-raja di kedua kraton tersebut.


Pada saat tertentu, kraton memberikan persembahan di Pantai Parangkusuma,Bantul, dan di Pantai Paranggupita, Wonogiri, kepada sang Ratu. Panggung Sanggabuwana di komplek kraton Surakarta dipercaya sebagai tempat bercengkerama sang Sunan dengan Kanjeng Ratu.


Konon, Sang Ratu tampil sebagai perempuan muda dan cantik pada saat bulan muda hingga purnama, namun berangsur-angsur menua dan buruk pada saat bulan menuju bulan mati.


Dalam keyakinan orang Jawa, Kanjeng Ratu Kidul memiliki pembantu setia bernama Nyai atau Nyi Rara Kidul (kadang-kadang ada yang menyebut Nyi Lara Kidul). Nyi Rara Kidul menyukai warna hijau dan dipercaya suka mengambil orang-orang yang mengenakan pakaian hijau yang berada di pantai wilayahnya untuk dijadikan pelayan atau pasukannya.

Karena itu pengunjung pantai wisata di selatan Pulau Jawa, baik di Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, hingga Semenanjung Purwa di ujung timur, selalu diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.


Di kalangan masyarakat Sunda berkembang anggapan bahwa Ratu Kidul merupakan titisan dari seorang putri Pajajaran yang bunuh diri di laut selatan karena diusir oleh keluarganya karena ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga lainnya malu.

Dalam kepercayaan Jawa tokoh ini dianggap bukanlah Ratu Laut Selatan yang sesungguhnya, melainkan diidentikkan dengan Nyi Rara Kidul, pembantu setia Kanjeng Ratu Kidul. Hal ini berdasarkan kepercayaan bahwa Ratu Kidul berusia jauh lebih tua dan menguasai Laut Selatan jauh lebih lama sebelum sejarah Kerajaan Pajajaran.


Legenda Sunda


Masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan Jawa Barat yang berwujud perempuan cantik. Tokoh ini disebut Nyi Rara Kidul. Pada perkembangannya masyarakat cenderung menyamakan Nyi Rara Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Jawa, Nyi Rara Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul. Berikut adalah kisahnya.


Di masa lalu, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Dewi Kadita adalah anak dari Raja Munding Wangi, Raja Kerajaan Pajajaran. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkawinan tersebut. Maka, bahagialah sang Raja.


Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja tanpa ada penantang atas takhtanya, dan ia pun berusaha untuk menyingkirkan Dewi Kadita. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap Raja, dan meminta agar sang Raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu Raja menolak. Raja berkata bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putrinya. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara hanya tersenyum dan berkata manis sampai Raja tidak marah lagi kepadanya. Tetapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.


Pada keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun tukang tenung. Dia ingin sang dukun meneluh atau mengutuk Kadita, anak tirinya. Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.


Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya karena dianggap akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.


Puteri yang malang itu pun pergi berkelana sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dewi Kadita yang berhati yang mulia, tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Sang Hyang Kersa mendampinginya dalam menanggung penderitaan.


Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Tiba-tiba ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya terjun ke dalam Laut Selatan. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa dalam Samudera Selatan dan menjadi seorang dewi yang disebut Nyi Rara Kidul yang hidup selamanya. Kawasan Pantai Palabuhanratu secara khusus dikaitkan dengan legenda ini.


• Legenda Jawa


Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, sosok Ratu Kidul merupakan sosok agung yang dimuliakan dan dihormati dalam mitologi Jawa. Karena orang Jawa mengenal sebuah istilah "telu-teluning atunggal" yaitu tiga sosok yang menjadi satu kekuatan. Yaitu, Eyang Resi Projopati, Panembahan Senopati, dan Ratu Kidul.

  

Panembahan merupakan pendiri kerajaan Mataram Islam, yang dipertemukan oleh Ratu Kidul ketika bertiwikrama sesuai arahan Sunan Kalijaga guna memenuhi wangsit yang diterimanya membangun sebuah keraton yang sebelumnya sebuah hutan dengan nama "alas mentaok" (kini Kotagede di Daerah Istimewa Yogyakarta). Pada proses bertapa, diceritakan semua alam menjadi kacau, ombak besar, hujan badai, gempa, dan gunung meletus. Ratu Kidul setuju membantu dan melindungi Kerajaan Mataram, dan bahkan dipercaya menjadi "istri spiritual" bagi Raja-raja trah Mataram Islam.


Pemahaman terkait penguasa laut selatan harus diluruskan. Karena antara "Rara kidul" dengan "Ratu kidul" sangatlah berbeda. Namun sudah menjadi pemahaman umum bahwa sosok tersebut adalah sama. Dalam kepercayaan Kejawen, yaitu kepercayaan Jawa yang dipengaruhi Hindu dan sudah bercampur beberapa unsur Islam, dalam mitologi Jawa, alam kehidupan itu terbagi menjadi beberapa Tahap. Tahap pertama adalah alam Kadewan, kedua adalah alam Nabi, ketiga adalah alam Wali, keempat alam Menungsa (Manusia) dan yang akan datang adalah alam Adil.


Pada mitologi Jawa, Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping telu yang kemudian mengisi alam kehidupan sebagai Dewi Padi (Dewi Sri) dan dewi alam lainnya. Sedangkan Rara Kidul merupakan Putri dari Raja Sunda yang terusir oleh ayahandanya sendiri karena ulah dari ibu tirinya sendiri yang kemudian menjelma menjadi sosok penguasa di laut selatan setelah menceburkan diri di laut selatan. Dan cerita terkait antara "Ratu Kidul" dengan "Rara Kidul" bisa dikatakan beda fase tahapan kehidupan menurut mitologi Jawa.



👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND


Rabu, 25 Juni 2025

MISTERI BALI & SULAWESI

 


Parakang Hantu Dari Tanah Sulawesi Selatan


Mahluk ini adalah jadi-jadian,seseorang yang bisa berubah-ubah menjadi hewan, benda dan apa saja yang bentuk dan modelnya aneh dan menyeramkan, beda dengan yang aslinya.


Contohnya, dia berubah menjadi Anjing maka anjing hasil jelmaan manusia yang mempunyai ilmu parakang ini berbeda dengan anjing betulan, perbedaannya hasil jelmaannya tidak mempunyai ekor dan kaki anjing di belakang lebih tinggi. Jelmaanya bisa juga berubah menjadi kucing,babi,kambing.dan hewan-hewan lainya.


Yang membedakan dia tidak mempunyai ekor/buntut, Selain menjelma menjadi hewan, terkadang Parakang juga bisa menjelma menjadi tumbuhan dan bendaContohnya menjelma menjadi Pohon pisang & tempat ayam bertelur Apabila anda melihat Pohon pisang dewasa hanya berdaun 2, tidak berpucuk dan daun tidak melebihi 3 helai. Maka itulah sesosok Parakang.


Ada cerita dari Nenek saya, dia mengatakan pernah ada orang yang menebang daun pisang tersebut, namun setelah di tebang , keesokan harinya ada orang yang hilang telinganya, dan kata Nenekku itulah Orangnya / Parakang.


Selain itu Ada cerita juga, yaitu Pak Haji yang sedang berada di perternakan Ayamnya, dia telah mengetahui kalau ada Parakang yang menjelma menjadi Amppoti / tempat bertelur ayam yang terbuat dari anyaman daun kelapa.


Langsung saja Pak Haji itu meletakkan Ubi Panas ke Amppoti,.tak di sangka Amppoti itu menjelma menjadi hewan dan lari kebirit-birit.

Apabila anda bertemu hewan-hewan tersebut, dan anda ingin memukulnya. Pakailah satu helai sapu lidi dan pukulkan kebadanya. Ingat ketika Anda memukul cukup satu kali saja.

Bila lebih malah kita yang terkena sasaranya.


Konon parakang ini amat berbahanya, bisa memakan orang yang sedang sakit atau Bayi. Ilmu parakang ini bisa didapat berdasarkan keturunan dan menerima ilmu parakang dari seseorang.







Urban Legend Leak Bali


Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam ha...ri ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir.


Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup. Diceritakan juga bahwa Leak dapat berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darah bayi yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang terkenal. 


Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki. Menurut kepercayaan orang Bali, Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leyak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi yang tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak hanya berfungsi di pulau Bali, sehingga Leak hanya ditemukan di Bali. 



Apabila seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati. Topeng leak dengan gigi yang tajam dan lidah yang panjang juga kadang-kadang digunakan sebagai hiasan rumah.


Selasa, 24 Juni 2025

TEMAN BARU MISTERIUS

 



TEMAN BARU MISTERIUS


Aku baru saja pulang dari acara penghiburan dirumah teman kuliahku yang kini belum tahu dimana keberadaannya. Orang tuanya sangat sedih dan terpukul dengan kejadian itu. Sudah beberapa personil kepolisian dikerahkan untuk mencarinya namun semuanya sia sia. Mau tidak mau polisi harus membuat statusnya menjadi DPO.


Kulihat jam tanganku sudah pukul 7 malam,tapi bus yang ingin kutumpangi tidak muncul muncul juga. Sementara ibu sudah beberapa kali menghubungiku untuk segera pulang. Selang beberapa menit,kulihat seorang lelaki sebayaku berhenti tepat didepanku. Ia menawarkan tumpangan kepadaku namun aku heran ternyata masih ada orang jaman sekarang yang mau menolong orang lain. Tanpa basa basi aku langsung saja naik keatas motornya. Katanya ia mengenalku,tapi kapan? Aku bingung dan merasa tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi biarlah,aku hanya meng-iya kan semua omongannya,yang penting aku sudah dapat tumpangan dan ingin bertemu dengan ibuku secepatnya.


Disepanjang jalan aku mencium aroma tidak sedap yang berasal dari badannya,namun ia terus berbicara panjang lebar mengenai sisi kehidupannya yang serba suram. Aku sangat terbawa kedalam ceritanya yang terlalu hiper meskipun suaranya terdengar serak serak basah. Tanpa kusadari kami berhenti disebuah rumah yang sangat besar dan mewah. ''lohh.. kita dimana ini?'' tanyaku heran. ''tenang aja,gak usah takut. ini rumahku,singgah sebentar bisakan?'' jawabnya. ''tapi gak lama kan? soalnya ibuku udah nunggu'' sahutku cemas sambil melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. ''iya'' jawabnya sambil membukakan pintu dan kami pun masuk kedalam.


Ia lantas menyalakan semua lampu dan kulihat rumah itu kosong melompong seperti tidak berpenghuni tapi terlihat bersih. Ada banyak kamar kamar desekeliling lorong yang terbentang lurus menuju dapur. Kulihat juga ada banyak foto foto wajah orang yang menghiasi dinding rumah yang berwarna putih itu. Setelah kutanya,ia tinggal sendiri dan kedua orang tuanya sudah lama meninggal. Namun mengapa begitu banyak foto yang terpampang didinding itu? Mengenai hal itu aku segan menanyakannya.


''tunggu disini sebentar ya,jangan kemana mana,aku mau kedapur dulu'' katanya sambil menepuk bahuku. Lalu,aku pun duduk dilantai dan menyandarkan tubuhku didinding. Perhatianku tidak pernah lepas dari foto foto itu. Sambil menunggu temanku tadi,aku pun bangkit berdiri dan mendekati wajahku kearah foto foto itu. Ku perhatikan satu persatu wajah wajah itu dengan serius. Aku sama sekali tidak mengenal mereka. Mungkin mereka semua adalah keluarga teman baruku tadi.


Sambil terus memandangi,tiba tiba bulu kudukku berdiri sendiri. Aku menyadari ternyata dari tadi aku merasakan ada sebuah foto yang seakan selalu memperhatikan gerak gerakku. Tidak salah lagi,sebuah foto yang ada dipaling ujung dari deretan foto foto itu terlihat kedua bola matanya melotot tajam melihatku. Tampak sangat menyeramkan dan aku pun ketakutan dan berhenti memandang lalu memutar balik tubuhku dan kembali duduk dilantai sambil menundukkan kepalaku. ''apa itu? atau hanya halusinasiku saja?'' pikirku dalam hati. Lama sekali temanku itu dari dapur,kataku merengut.


Akhirnya dengan sedikit keberanian,ku buka sebelah mataku melalui celah celah jari tanganku. Kuintip foto tadi,ternyata ia masih melototiku sangat tajam. Lebih lama lagi kulihat,tiba tiba wajahnya terlihat menangis dan kedua matanya mengeluarkan darah. Aku spontan kaget,jantungku berdegup kuat. Aku menyadari bahwa itu seperti wajah temanku yang hilang beberapa waktu yang lalu. ''ada apa ini? kenapa fotonya ada disini?'' tanyaku sangat heran. Ku intip lagi foto itu,matanya bergerak gerak seakan ada sesuatu yang ingin disampaikannya kepadaku. Dan foto foto yang lain pun ikut memperlihatkan wajahnya yang menangis dan sangat menyeramkan.


Aku beranjak dari posisiku dan melangkah pelan pelan melintasi lorong untuk menuju dapur. Aku ingin mengetahui apa yang sedang dilakukannya. Sesekali ku tempelkan ujung jariku dipintu pintu kamar itu,namun terkunci. Terus aku melangkah dan tibalah aku diujung lorong dan bersebelahan dengan dapur. Aku mendengar suara pisau yang sedang di asah asah dan sesekali terdengar suara erangan. Lantas aku mengintip melalui lubang kunci dan aku tidak bisa melihat apa apa. Yang terlihat hanya warna putih dan sesekali berkedip. Aku keringat dingin setelah menyadari bahwa ia juga mengintipku lewat lubang yang sama. Aku pun berlari sekuat tenaga dan aku menyadari kalau dia itu bukan manusia,setan atau apalah sejenisnya. Kubuka semua pintu untuk keluar tapi terkunci dan ku dobrak tapi sia sia. Kali ini habislah aku,pikirku.


Aku putuskan untuk sembunyi didalam salah satu kamar,siapa tahu ada yang tidak terkunci. Ternyata benar,ada kamar yang letaknya ditengah lorong tidak terkunci. Aku pun dengan cepat masuk dan mengunci pintu lalu sembunyi didalam sebuah peti kayu yang ada didalam lalu menutupnya. Aku sungguh sangat sangat ketakutan. Berarti dia yang membunuh temanku dan juga orang orang yang ada didalam foto foto itu.


Tiba tiba didalam keheningan,aku mendengar suara langkah kaki berjalan menelusuri lorong. Suara itu terdengar semakin mendekat kearahku dan terhenti tepat didepan kamar tempat aku sembunyi. Dan ia berusaha membuka pintunya 'BRAKKK...' pintu itu pun terbuka. Aku sangat gemetaran dan menggigil. ''tolong aku Tuhan.. tolong aku Tuhan'' aku terus berdoa didalam peti yang terasa panas dan gelap itu. Aku terus memejamkan kedua mataku lalu peti itu dibukanya 'SRETTT... BRAKKK..' aku merasakan kepalaku diangkatnya lalu membawa pergi dan kulihat tubuhku tanpa kepala didalam peti sudah bersimbah darah dan kaku. Sungguh sakit kurasakan dileherku. Diletakkannya kepalaku diatas meja dan memotretku,lalu aku pun tewas setelah mahluk itu merebus kepalaku didalam sebuah periuk besar.


👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND