Kamis, 31 Juli 2025

Misteri 10 kematian misterius

 



Misteri 10 kematian misterius



Isadora Duncan adalah seorang penari yang lahir di San Fransisco. Ia meniti karir menarinya di Paris dan membuka 3 sekolah nari. Namanya diukir di pintu masuk Théâtre des Champs-Élysées.


Ia mati ketika scarfnya tersangkut di roda mobil yang ditumpanginya, mencekiknya sehingga dia mati seketika. The New York Times menulis tentang kematiannya :


“The automobile was going at full speed when the scarf of strong silk began winding around the wheel and with terrific force dragged Miss Duncan, around whom it was securely wrapped, bodily over the side of the car, precipitating her with violence against the cobblestone street. She was dragged for several yards before the chauffeur halted, attracted by her cries in the street. Medical aid was summoned, but it was stated that she had been strangled and killed instantly.”


9. Christine Chubbuck, (August 24, 1944 – July 15, 1974)

Christine Chubbuck

Cara Mati : Bunuh diri di Siaran Langsung TV


Christine Chubbuck adalah penyiar “Suncoast Digest” yang merupakan salah satu program pada channel WXLT-TV in Sarasota, Florida pada saat itu.


Christine membacakan berita nasional selama 8 menit sebelum mendadak ada kerusakan pada tape reel nya. Tidak peduli akan hal itu, ia lalu berkata pada kamera :


“In keeping with Channel 40’s policy of bringing you the latest in blood and guts, and in living color, you are going to see another first: an attempted suicide.”


Lalu ia mengeluarkan pistol revolver dari bawah mejanya, dan memposisikannya ke samping telinga kirinya, lalu menembak dirinya sendiri. Dia lalu terjatuh di depan kamera. Beberapa penonton menelepon 911 dan studio itu untuk menanyakan apakah itu bener2 terjadi.


8. Francis Bacon, (22 January 1561 – 9 April 1626)

Francis Bacon

Cara Mati : Memakan Ayam yang diisi dengan salju.


Francis Bacon, seorang filsafat dan ilmuwan, adalah salah seorang ilmuwan yang mati akibat eksperimennya sendiri. Pada tahun 1625, ia mendadak mendapat sebuah ide. Mengapa harus mengawetkan makanan dengan garam seperti yang dilakukan orang biasanya? Lalu ia pergi membeli seekor ayam dan mulai menumpukkan salju ke dalamnya. Eksperimen itu gagal, ayamnya tidak membeku. dan karena cuaca pada saat itu begitu dingin, dia tiba2 terkena pneumonia. Bacon lalu memanggang dan memakan ayam itu. Kali ini dia juga gagal. Kali ini dia mati.


7. Attila the Hun, (406 – 453)

Attila the Hun

Cara Mati : Mimisan pada malam pernikahannya.


Attila The Hun adalah salah satu ahli strategi, penguasa, dan penjahat besar yang menguasai Asia pada tahun 450 masehi. Ia dikenal akan kebiasaan makan dan minumnya yang aneh. Attila pastilah berpikir bahwa malam pernikahannya pantas di rayakan, ia menikahi seorang gadis muda bernama Ildico. Pada tahun 453, ia makan dan minum terlalu banyak, dan dari hidungnya mulai keluar darah. Terlalu mabuk untuk peduli, ia terus menerus mimisan sampai dia mati.


6. Aeschylus, (525 BC/524 BC – 456 BC)

Aeschylus

Cara Mati : Seekor elang menjatuhkan seekor kura-kura diatas kepalanya.


Aeschylus adalah seorang seniman yang karyanya masih diingat sampai sekarang. Ketika mengunjungi Gela di pulau Sicily, dikatakan bahwa seekor elang yang salah mengira kepala Aeschylus yang botak itu sebagai sebuah batu, menjatuhkan seekor kura-kura pada kepalanya dan membunuhnya. Beberapa catatan mengatakan bahwa elang itu menyangka kepala botaknya adalah telur.


5. King Adolf Frederick of Sweden, (May 14, 1710 – February 12, 1771)

King Adolf Frederick of Sweden

Cara Mati : Terlalu banyak makan.


Adolph’s Frederick adalah raja Swedia dari tahun 1751 – 1771. Ia dikenal dengan nama "the king who ate himself to death". Pada Februari 12, 1771, setelah memakan lobster, caviar, sauerkraut, herring panggang, dan meminum champagne, ia bukannya berhenti, malah lanjut dengan makanan penutup kesukaannya, Semla, sebuah pudding tradisional yang disajikan dalam mangkuk dengan susu panas. Satu porsi sudah cukup. 14 porsi itu sungguh berlebihan. Ia mati beberapa saat kemudian karena masalah pencernaan.


4. Tycho Brahe, (December 14, 1546 – October 24, 1601)

Tycho Brahe

Cara Mati : Tidak pergi ke toilet tepat waktu.


Terkenal sebagai seorang alchemist dan astronom, Brahe memprionirkan pengamatan tentang gerakan planet2 sesuai dengan hukum gravity Newton.


Ia juga dikenal mempunyai kantung kemih yang kecil dan lemah, sehingga ketika ia hendak buang air kecil di tengah-tengah pesta penting, ia terpaksa menahannya. Untuk memperburuk keadaan, ia malah minum banyak banyak, dan akhirnya kantung kemihnya meledak didalam tubuhnya dan membuatnya mati. Ada debat yang mengatakan bahwa dia mati karena hyponatremia (kekurangan kadar sodium dalam darah), dan ada yang mengatakan dia mati karena keracunan mercury.


3. Grigori Rasputin, (January 22, 1869 - December 29, 1916)

Grigori Rasputin

Cara Mati : Tenggelam setelah diracuni, ditembak, dibacok, dan dipukul dengan bat.


Rasputin, seorang rusia yang merupakan pewaris Prince Aleksey, mempunyai banyak musuh. Banyak yang menginginkan dia mati. Pertama2, dia diracuni dengan sebuah racun yang cukup kuat untuk membunuh 3 orang, namun Rasputin tampak tak berpengaruh, maka mereka menyelinap dari belakang dan menembaknya di kepalanya. Seharusnya ia sudah mati, tapi tidak... ketika salah seorang pembunuhnya mengecek detak nadinya, Rasputin malah balik mencekik pembunuhnya. Lalu Rasputin melarikan diri. Pembunuhnya melayangkan 3 tembakan pada dirinya sebelum berhasil mengejarnya. Lalu mereka membacok dan memukulnya sebelum melemparnya ke sungai beku yang dingin.

Autopsi menunjukkan bahwa penyebab utama kematiannya adalah tenggelam.


2. Sharon Lopatka, (September 20, 1961 – October 16, 1996)

Sharon Lopatka

Cara Mati : Sukarela meminta agar seseorang menyiksa dan membunuhnya.


Sharon Lopatka adalah seorang pengusaha internet di Maryland USA, yang dibunuh oleh Robert Frederick Glass.

Mula-mula, Sharon mengeluarkan iklan seks di situs pribadinya, ia mencari dan meminta seorang sukarelawan yang bersedia untuk menyiksa dan membunuhnya sebagai sebuah pemenuhan nafsu seksual. Akhirnya ia menemukan Robert Glass. Mereka saling bertukar email dan setuju untuk bertemu di North Carolina. Glass menyiksanya selama beberapa hari sebelum akhirnya mencekiknya dengan sehelai benang nilon. Glass kemudian divonis pembunuhan sukarela.


1. Bernd Jürgen Brandes

Meiwes

Cara Mati : Dimakan oleh manusia lain atas permintaan sendiri.


Sebenarnya kasus ini mirip dengan kasus nomor 2 tadi, hanya saja yang ini lebih berbau kanibalistik.


Semuanya bermula dari seorang yang bernama Armin Meiwes, seorang jerman yang menderita kelainan. ia adalah seorang Biseksual yang menaruh sebuah iklan di internet mencari seorang biseksual lain yang bersedia untuk dimakan olehnya. Tulisannya adalah sbb : "looking for a well-built 18 to 30-year-old to be slaughtered and then consumed". Setelah banyak balasan yang tidak serius, akhirnya Bernd Brandes mengkontak Meiwes.


Mereka bertemu di villa kecil di Roteburg, pada hari Natal 25 December 2001.

Meiwes mengamputasi penis Brandes dan keduanya berusaha untuk memakannya. Pertama2, Brandes memaksa Meiwes agar meiwes menggigit putus penisnya, namun hal itu tidak berhasil, maka ia lalu menggunakan pisau.


Mereka memasak penis tersebut sebelum memakannya. Kemudian Barnes dibunuh dan bagian2 tubuhnya disimpan dalam rumahnya sebagai cadangan makanan selama 10 bulan. Semua proses itu di rekam dalam video pribadi.

Meiwes akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman 8 setengah tahun di penjara. Meiwes percaya bahwa ada sekitar 800 kanibal di jerman.

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Rabu, 30 Juli 2025

Hantu Cewek Sma Yang Bunuh Diri

 



Hantu Cewek Sma Yang Bunuh Diri


Dulu aku pernah tinggal di sebuah rumah (itu ngontrak). Rumahnya lumayang gede, dan di tengah2 rumah itu ada taman yang cukup gede. Karena nyokapku suka sama tanaman, taman itu diisi sama banyak tanaman, tapi karena baru pindah, tanaman nyokapku di pindahin sedikit demi sedikit. Waktu itu aku masih umur 9 tahunan lah ..


Pas malem-malem mobil yang ngebawa tanaman nyokapku itu dateng (itu sekitar jam 11-an lah). Sebenarnya aku udah tidur, tapi suara mobilnya itu berisik banget, aku pun bangun, dan karena ga tau mau ngapain, aku akhirnya bantuin nyokap buat mindahin tanaman dari mobil ke taman.


Pas itu nyokapku minta tolong aku buat ngangkatin tanamannya karena nyokapku udah ngantuk. Akhirnya aku dan kakak ku ngengkat tanaman bareng2, tapi kadang kakak ku nonton sebentar (nonton bola), akhirnya aku sendiri yang ngangkat tuh tanaman. Pas aku mau ngangkat salah satu tanaman ke ujung taman, aku ngeliat sesosok bayangan putih di pohon tua yang ada di ujung taman itu. Aku langsung lari ke kakakku, aku nangis (yah .. biasalah anak kecil) tapi aku gak cerita kejadian itu ke kakakku.


Besoknya aku coba kenalan sama tetangga, aku dapet 1 teman namanya Inggi (nama samaran). Terus aku ajak dia ke rumah. Tapi pas dia masuk ke kamar aku, muka dia langsung berubah pucet. Aku tanya "Kenapa Nggi?". Terus dia bilang "Ng-ng-nggak pappa kok!". Tiba2 dia langsung pingin pulang, dia bilang ke aku "Reff! aku pulang dulu ya! aku belum ngerjain pr nih!". Mau nggak mau, aku pun bilang "Ya udah, nanti lain kali ke sini lagi ya", tapi dia ga ngejawab. Dia lari ke rumahnya yang jaraknya sekitar 2 rumah dari rumahku.


Singkat cerita, ini adalah puncaknya (menurutku ya ..!)


Waktu itu malem Jumat keliwon. Aku sama sodara ku tidur berdua di ruang keluarga untuk nonton sebuah film horor di tv. Di rumahku itu waktu itu cuma ada aku, sodaraku dan nenekku. Aku udah nggak sabaran aja pingin nonton, eh tiba2 lampu mati. Aku teriak manggil nenek, "Neneeek!! tolong dong nyalain lampu". Lalu nggak berapa lama lampu nyala.


Aku mau ke tempat kontak lampu buat bilang makasih ke nenek, kebetulan kontak lampu ada di luar, tepatnya di deket gudang. Pas aku ke luar, tiba2 ada mahkluk putih di depan kontak lampu. Aku kaget setengah mati, lalu aku lari untuk ngasih tau ke sodara aku. Tiba2 saat aku lari, seperti ada yang ngikutin aku lari. Aku noleh ke belakang, ternyata ada cewek pake baju seragam SMA lagi gendong bayi yang berjalan keluar..


Karena aku heran, aku pun ngikutin dia sampai ke luar. Saat aku ada di tanah yang agak nonjol ke atas, tiba2 cewek itu ngilang gitu aja, terus tiba2 kakiku di tarik sampe lutut. Terus aku ngeliat cewek yang tadi aku liat itu, dia lagi di depan kontak lampu. Aku langsung coba lari dan langsung tutup pintu rumah dan masuk ke kamar nyokapku.


Singkat cerita, besoknya aku cerita ke Inggi, dan ternyata emang di situ ada cewek bunuh diri gara2 anaknya kesetrum di kontak lampu (di strumin oleh ayahnya yang kecewa, karena mereka masih SMA, namun sudah hamil), akhirnya cewek itu kecewa bunuh diri.


👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Selasa, 29 Juli 2025

KU TUNGGU KAU DI BANDARA

 

KU TUNGGU KAU DI BANDARA


Suatu ketika,ada seorang gadis penjual bunga.

Gadis itu bernama Mawar,seperti bunga yang dia jual. Suatu hari,dia bertemu dengan seorang laki-laki yang terlahir dari orang kaya,Laki-laki itu bernama Evan. 


Evan selalu membeli setangkai bunga mawar di toko Mawar. 1 bulan berlalu, mereka saling jatuh cinta dan ahirnya mereka pun pacaran,Hubungan mereka di tentang oleh kedua orang tua Evan.

Sampai ahirnya Evan di paksa berangkat ke Amerika untuk kuliah disana. .


Evan : mamah maksa aku untuk kuliah di Amrik War. .

Mawar menunduk,lalu dia tersenyum. .

Mawar : turutin kemauan orang tua kamu Van. . Aku akan selalu menunggu kepulangan kamu. .

Mawar lalu memberikan sebuah kalung berbandul Mawar. .

Mawar : pandang kalung ini jika kamu merindukan aku. .

Evan memeluk Mawar. .

Evan : jika 5 tahun tiba,tanggal 05 Mei tunggu aku di bandara. .

Pagi tiba,Evan pun berangkat ke Amerika,Mawar tidak bisa menemuinya untuk terahir kali,karena orang tua Evan melarang Evan menemui Mawar. .


Selama 5 tahun berjalan,Mawar selalu mengambil setangkai bunga Mawar untuk mengenang Evan. Bunga mawar itu dia letakan di sebuah pot bunga di dalam kamarnya. .

5 tahun kemudian bertepatan dengan Tanggal 05 mei. .

Mawar pergi ke bandara dengan sepedanya. . Namun naas,saat dia tiba di depan bandara dia di tabrak sebuah mobil BMW yang tak lain adalah orang tua dari Evan. . Bunga mawar yang ia bawa,tetap ia genggam.. Mawar pun tewas di tempat. .

Jam 3 sore tepat saat kematian Mawar,saat itu juga,waktu dimana pesawat Evan mendarat.

Mawar di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi. Ibu Mawar belum tau kalau anaknya mengalami kecelakaan.


Mama : Evan,apa kabar sayang ??

Evan : Mawar mana mah?

Mama : mana mama tau,lagian ngapain kamu masih nginget dia,dia aja gak ingat sama kamu. . Ayo pulang !!

Mereka pun pulang,malam tiba.

Evan pergi ke rumah Mawar. .

Evan : assalamu'alaikum?

Ibu Mawar keluar.

Ibu : wa'alaikumsalam. .

Ibu Mawar kaget,

Ibu : kamu kok sendiri,Mawar mana?

Evan : lho kok ibu nanya saya,saya kesini juga mau ketemu Mawar bu,dia ada gak ?

Ibu : tapi dia pergi ke bandara jemput kamu belum pulang..

Evan : apa ? Gak mungkin. .

Tiba-tiba handphone Evan berdering.

Ternyata sms dari Mawar. .

"KU TUNGGU KAMU DI BANDARA". .

Evan : bu,Evan ke bandara dulu y. .

Ibu : ia hati-hati. .

Evan bergegas pergi ke bandara. . Sesampainya di bandara,dia melihat Mawar sedang berdiri di tempat dimana dia kecelakaan.

Evan : mawar,kamu kemana aja? Kena wajah kamu pucet banget,kamu sakit? Kita ke dokter y..

Mawar hanya mengangguk..

Sesampainya di rumah sakit,dia memberikan bunga mawar ke Evan.


Mawar : Evan,terima kasih kamu sudah mau mencintai aku dengan tulus.

Evan : Mawar,kenapa kamu tiba-tiba ngomong kaya gitu?

Mawar tersenyum.

Mawar :Tolong,jagalah ibu aku. Karena aku akan pergi untuk selama'y.

Evan : Mawar kamu ngomong apa sih?

Mawar mengajak Evan ke sebuah kamar mayat.

Evan : kamu ngapain ngajakin aku kesini?

Petugas kamar mayat keluar.

Petugas : apa masnya adalah keluarga dari korban kecelakaan?

Evan : ma'af pak,bapak salah orang.

Petugas : kasihan gadis itu. .

Evan : gadis?

Petugas : ia,gadis itu meninggal di depan bandara saat dia menyebrang. Tapi sampai sekarang,belum ada keluarganya yang mengambil mayatnya kesini.

Mawar : Evan,masuk lah.

Evan : boleh saya lihat pak?

Petugas : tentu saja..

Evan sangat shock begitu melihat siapa gadis yang di ceritakan tadi. .


Evan : gak mungkin,Mawar.. Pak,dia lagi bersama saya.

Petugas : dari tadi,saya melihat masnya kesini itu sendirian.

Evan : gak mungkin,ini gak mungkin.. Mawar,mawar bangun sayang. . Mawaaar. .

Jasad mawar pun di kebumikan. Sementara itu,kedua orang tua Evan di penjara..


Tamat


👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Senin, 28 Juli 2025

Cerita Pak Ashury

 


Cerita Pak Ashury


Mimin yang baik tolong di share ya cerita ku ini


Tahun 2000, saat itu Pak Ashury masuk kantor seperti biasanya jam 8 pagi, kantor beliau terletak di sekitar Stadion Sepak Bola Mandala Krida Yogyakarta. Nah saat sedang mengerjakan tugas-tugas dari kantor. 


sekitar jam 10 pagi, ada pengumuman dari penerangan kantor yang mengabarkan berita lelayu, karena ada salah satu pegawai di instansi itu yang meninggal dunia. Pak Ashury sempat terkejut, karena yang meninggal adalah temannya sejawat sebagai Satpol PP, dan rencananya nanti sepulang dari kantor,


setelah mahgrib akan menjenguk ke rumah Pak A (samaran) yang memang hampir 1 minggu ini sedang mengalami sakit, rencananya akan menjenguk bersama salah satu temannya, katakanlah Pak Jirih (nama samaran). Yah namanya rencana manusia, tapi Tuhan berkehendak yang lain.


Rencana diubah, akan melayat malam hari saja, pemakaman akan dilaksanakan besok, tapi karena kebetulan besoknya ada tugas dari kantor yang tidak bisa ditinggalkan, lalu setelah omong dengan Pak Jirih, di sepakati jam 7 malam akan berangkat dari rumah Pak Ashury, Pak Jirih akan menjemput beliau, dan berangkat bersama-sama menuju rumah duka.


Jam 7 malam kurang, Pak Jirih pun datang, dan setelah menunggu sebentar, akhirnya Pak Ashury dan Pak Jirih, dengan berboncengan sepeda motor pun berangkat menuju ke lokasi.


Pak Ashury yang berada di depan, karena beliau tahu lokasi rumah Almarhum Pak A, yang kebetulan tidak jauh dari kampong kelahiran beliau di daerah Piyungan.


Melewati jalan tembus dari daerah Berbah ke arah Piyungan, adalah pilihan jalan yang akan dilewati, karena lebih singkat dan tidak terlalu ramai, dari pada harus melewati Jalan Raya Prambanan - Piyungan, yang ramai tapi harus memutar terlalu jauh.


Tidak sampai setengah jam perjalanan, sampailah mereka di lokasi rumah duka, lalu setelah memarkirkan motor, masuklah mereka ke dalam untuk mendoakan bagi kedamaian dan ketentraman arwah Pak A, dan memohonkan kepada Allah akan pengampunan dosa bagi almarhum.


Setelah itu menyalami keluarga yang berduka dan menguatkan mereka, kemudian dipersilahkan duduk di tempat yang telah disediakan. Lalu berdua membaur dengan warga yang ada, dan saling berkenalan, lalu mengobrol tentang almarhum dan keluarga, serta ikut mendengarkan rencana tentang pemakaman almarhum.


Tak terasa hampir 2 jam lebih mereka di sana, karena dianggap sudah cukup lama dan sudah tidak ada kepentingan lagi, akhirnya mereka berpamitan kepada keluarga almarhum,


sekalian permintaan maaf dan ijin untuk tidak bisa menghadiri acara pemakaman jenasah, karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan untuk besok harinya, juga mereka pun memohon pamit kepada warga yang hadir di sana.


Lalu mereka pun meninggalkan lokasi, tapi Pak Ashury tidak langsung pulang, tapi mampir sebentar ke rumah saudaranya, untuk sekedar menjenguk keluarga yang ada, sekalian mau buang air kecil. Dan tepat jam 11 malam, mereka berdua pun pulang dari Piyungan.


Sebagai gambaran, jalan tembus Berbah ke Piyungan adalah jalan aspal yang cukup besar, cuma masalahnya daerahnya yang harus dilewati adalah sawah-sawah, rumah pun tidak terlalu ramai hanya di lokasi tertentu saja dan selanjutnya sepi lagi, ada 2 kuburan dari arah kanan dan kiri yang mengapit jalan,


jadi sering disebut kuburan kembar, lalu harus berbelok-belok kiri dan kanan, setelah itu ada semacam kuburan cina sepanjang jalan sekitar 200 meteran panjangnya dan hutan kecil pohon jati yang sepi, lalu ada jembatan yang juga terkenal keangkerannya, dan setelah dari jembatan sekitar 100 meter ada kuburan umum lagi, penulis pernah melewati jalan tersebut dan memang,


kalau sudah di atas jam 9 malam memang sudah sepi jalan tersebut, jadi terkadang penulis lebih memilih jalan besar yang ramai kalau pulang agak malam dari mengunjungi Paman di daerah sana.


Penerangan jalan jangan ditanya tidak ada sama sekali, jadi kalaupun ada tidak seterang penerangan di Jalan besar, jadi kalau tidak bertemu dengan mobil atau motor dari arah berlawanan, kita harus berhati-hati dalam membawa kendaraan mobil atau motor, dan sebagian besar kiri dan kanan jalan adalah daerah persawahan.


Nah saat dalamperjalanan pulang itu, Pak Jirih mulai ribut karena ketakutan harus melewati kuburan umum, Jembatan, dan kuburan cina, karena dia melihat ada putih-putih loncat-loncat dari arah seberang kuburan menuju masuk ke kuburan.


Pak Jirih: "Mas, mas, mas, apa itu di depan dekat kuburan itu yang loncat-loncat???"


Pak Ashury: "Apa, nggak ada apa-apa, itu paling-paling kambing lepas yang nyebrang, di sini khan, banyak yang pelihara kambing." (Padahal beliau tahu ada si pocong, lagi nyebrang ke kuburan, takut ya takut,


tapi beliau hanya percaya Tuhan akan melindunginya dari gangguan makhluk gaib, juga supaya Pak Jirih tidak mikir terlalu macam-macam dan menenangkan beliau).


Tapi Pak Jirih sudah terlanjur ketakutan, dipeluknya erat-erat Pak Ashury dari belakang, sampai-sampai beliau nggak bisa bernapas.


Pak Ashury: "Hei ngapain pakai peluk kenceng kayak gini, aku nggak bisa bernapas nek kayak gini".


Pak Jirih: "Sorry mas (sambil tetap nempel kayak lem di belakang punggung Pak Ashury), takut aku mas. Agak kenceng sedikit mas motornya.


Lalu setelah melewati kuburan, Pak Ashury sekilas melihat ada orang besar sedang merokok di buk jembatan, tapi beliau tetap tenang sambil komat-kamit berdoa, dan lalu beliau memencet bel motor, tanda permisi. Pak Jirih kaget, mendengar suara bel motor saat berjalan di jembatan


Pak Jirih : "Ada apa mas, kok bunyiin bel???


Pak Ashury: "Oh tadi ada orang lagi jalan di jembatan, kubel biar minggir".


Pak Jirih: "Mana mas? dari tadi Cuma kita berdua, jangan nakutin lah mas, nggak ada orang lagi tadi di jembatan?" (Semakin erat dekapan tangannya Pak Jirih, sampai-sampai Pak Ashury jadi risih sendiri)


Setelah dari jembatan jalan agak menanjak, sehingga motor melambat, dan sampailah di jalan yang di sebelah kanannya adalah komplek kuburan cina tua dan umum dan sebelah kiri


jalan hutan pohon jati yang cukup rimbun dan tinggi-tinggi, di sana ada hanya ada penerangan lampu neon 10 watt di depan makam. Pak Jirih, tiba-tiba semakin memperat dekapan tangannya ke badan Pak Ashury.


Pak Ashury: "Eh kenapa kamu ini, lepasin nggak, aku nggak bisa napas nih"


Pak Jirih: "Mas, mas, apa itu tadi ada yang terbang dari pohon jati ke kuburan, kayak perempuan pakai baju putih mas, ayo mas dicepatin motornya!", sambil memeluk sekencang-kencangnya dan memejamkan mata.


Pak Ashury: "Mana, paling-paling cuma layangan, yang putus dan talinya kecantol pohon dan tertiup angin" (sambil berusaha melonggarkan pelukkan tangan Pak Jirih. Pak Ashury pun tahu ada kuntilanak lagi terbang melintas di depan mereka, hanya dia berusaha tenang, supaya temannya tidak tambah ketakutan).


Akhirnya motor pun melewati kuburan cina tua itu dan meluncur ke daerah yang lumayan banyak rumah penduduk, cukup membuat Pak Jirih agak tenang, walaupun tetap memeluk Pak ashury.


Setelah 5 menit tidak ada kejadian apa-apa, mereka harus melewati kuburan kembar. Di sini Pak Jirih mulai ketakutan lagi, karena dari kejauhan melihat ada orang yang sedang menyapu di sekitar kuburan dan membakar sampah daun-daun.


Pak Jirih : "Mas, mas ada orang yang nyapu dan membakar sampah di kuburan kembar lho, ayo mas ngebut, takut aku". (Kembali pelukan semakin kenceng ke perut Pak Ashury).


Pak Ashury, tahu kalau itu adalah juru kunci makam kembar, yang memang punya kebiasaan nyapu dan bersih-bersih makam di malam hari (karena beliau sering lewat di jalan tersebut dan pernah ketemu di kampung kelahirannya).


Jadi beliau tidak takut. Tapi karena saking jengkelnya dengan Pak Jirih yang penakut sekali, sengaja memperlambat motornya semakin mendekati orang yang sedang menyapu. Pak Jirih malah semakin panik, karena motor semakin melambat dan mendekati orang tersebut dan akhirnya dia memejamkan matanya karena saking takutnya.


Lalu dia mendengar Pak Ashury menyapa orang tersebut,"Malam mbah Bejo, lagi tugas nggih mbah???, kata orang tersebut. "Eh, mas Ashury tho, lho dari mana kok malam-malam segini di sini, oh sama temannya ya???.


Pak Jirih agak heran dan membuka matanya, dan ternyata yang dia takutkan adalah benar-benar orang. Setelah itu Pak Ashury menjelaskan biar temannya tahu kalau Mbah Bejo adalah manusia beneran, bukan makhluk gaib..ha..ha.., ternyata beliau usil juga, Pak Jirih menjadi malu dan meminta maaf sama Mbah Bejo,

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

karena menganggap Mbah Bejo adalah hantu. Setelah di rasa cukup, akhirnya berdua berpamitan menuju ke rumah Pak Ashury.

Minggu, 27 Juli 2025

BULAN MADU KELABU




Setelah empat tahun kami berpacaran,akhirnya kami menikah. Aku dan Dina putuskan untuk berbulan madu di sebuah daerah yang cukup indah. Sepanjang perjalanan kulihat wajah Dina sangat berseri seri. Setelah lima jam berada di udara akhirnya kami sampai juga di lokasi. Kami pun memesan sebuah kamar di hotel berbintang empat yang ada di kota itu. Ku rebahkan tubuhku diatas kasur yang sangat empuk itu dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Kulihat Dina tidak merasa kelelahan,namun tidak denganku. Aku merasa cukup lelah sepanjang perjalanan tadi.
''yang,yukk...'' ucap Dina sambil memeluk tubuhku tiba tiba. ''aku capek sayang.. aku ngantuk..'' balasku sambil mengelus elus rambut istriku itu. ''aku belikan jamu ya..'' katanya lagi dengan semangat sambil melentik lentikkan ujung jari telunjuknya di ujung bibirku. Aku sejenak terdiam,lalu secepat kilat Dina beranjak pergi keluar untuk membelikan jamu kuat untukku. ''hati hati sayang,ini udah malam'' sahutku spontan sambil kumatikan lampu.

Aku seketika cemas,mengapa sudah satu jam Dina tidak kembali kembali. Tidak mungkin lama,sementara toko jamu ada didepan hotel. Ada apa dengannya? Aku hubungi ponselnya,namun tidak aktif. Aku semakin gelisah tidak karuan sambil mondar mandir. Ku niatkan diriku untuk mencarinya diluar,namun pintu terkunci,ternyata tadi Dina menguncinya dari luar. Dan aku kembali gelisah. Tidak berapa lama pintu pun terbuka,ternyata Dina.

''dari mana sih,lama sekali.. aku kuatir tahu..'' tanyaku membentaknya. Dina hanya diam tertunduk sambil berdiri digaris pintu. ''lain kali jangan begitu lagi ya sayang, ya udah masuklah kedalam..'' sahutku lagi. Seketika bau yang sangat wangi terhirup oleh hidungku ketika Dina lewat didepanku. Tidak seperti biasanya. Aku tau sekarang,rupanya tadi Dina selain membeli jamu ia juga sempatkan membeli parfum. Romantis juga istriku ini,pikirku dalam hati.

''maafin aku ya say,aku tadi khilaf..'' kataku membujuk sambil membelai rambutnya yang terurai panjang itu. Aku heran mengapa yang tadi rambutnya terikat,namun sekarang terurai. Aku tidak terlalu memikirkannya,yang penting malam ini akan terasa sangat spesial bagi kami. Kulihat ia hanya mengangguk anggukkan kepalanya sambil tetap menunduk. ''oya,jadi gak nihh..??'' tanyaku pelan. Ia tetap diam sambil duduk disampingku. Aku pun segera mengambil bungkusan jamu yang tadi sudah diletakkannya diatas meja lalu meminumnya.
Lalu kurebahkan tubuhnya,pelan pelan kubuka pakaiannya satu persatu dan begitu juga pakaianku. Sesaat kulihat sepintas kedua bola mata Dina berwarna kuning kemerahan. Kulit tubuhnya berbercak bercak dan dingin. Tapi aku tidak terlalu menghiraukannya,mungkin ia letih. Akhirnya kami pun bugil. Supaya tambah romantis,aku pun bergegas memadamkan semua lampu kamar dan suasana pun menjadi gelap.

Tiba tiba ponselku yang dari tadi terletak diatas meja berdering. ''apa benar ini Bapak Ari?''. ''ya benar,siapa ya?''. ''saya resepsionis hotel ini pak. maaf pak tadi pihak kami menemukan bahwa ibu sedang berada didalam lift,dan ia dalam keadaan meninggal,kemungkinan ia diperkosa lalu dibunuh oleh orang yang tidak kita kenal,jadi kami harapkan bapak segera turun ke lobi,trima kasih''.

Aku pun merinding ketakutan sambil menjatuhkan ponsel yang ada digenggamanku. Ku telan air liurku dalam dalam. Jantungku berdetak kuat. ''ya ampun Dina...'' jeritku dalam hati sambil menutup mulutku. Aku pun menangis. ''jadi,jadi dia siapa?? ya ampun.. tidak,pasti resepsionis itu salah. ya dia pasti salah. tapi ada benarnya juga'' sahutku. Aku tidak berani menoleh kearah wanita yang kini ada didalam kamarku.Aku tahu dia pasti hantu. Aku seakan tidak mampu beranjak dari posisiku. Aku tidak berani menyalakan lampu,ku paksakan diriku mengendap endap sambil merangkak untuk sembunyi entah dimana pun itu. Tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan saat itu. Kini aku sadar,mengapa dari tadi wanita hantu itu terlihat aneh sewaktu ia masuk kedalam kamar.

Seketika aku merasakan hantu wanita itu bangkit dan bergerak kearahku. Hawanya terasa sangat dingin,apalagi saat itu tubuhku bugil. Aku semakin takut dan terus menyudutkan tubuhku dibawah meja. 'SRETT.. SRETT..' suaranya seperti terseret seret. Semakin lama semakin jelas dan dekat. 'SRETT.. SRETT..'. Aku ingin teriak tapi takut. Aku semakin menutup mataku dan terus menunduk. Kini telingaku bergeming hebat,kurasakan hantu itu tepat berada disebelahku. Tubuhku basah karena keringat dingin. Perlahan aku rasakan rambutku dielus elusnya. Tangannya tampak sangat kasar dan bau amis. Sesekali ia mengenduskan nafasnya kewajahku. ''kamu sudah mati Dina,kamu sudah mati..'' jeritku dalam hati berulang ulang. Hantu itu masih saja disitu. Kali ini dia berusaha memelukku,dan tiba tiba lampu menyala...
''yang yang,bangun yang.. ini jamunya..'' aku mendengar istriku Dina sambil menggoyang goyangkan tubuhku. ''lohh.. aku ketiduran ya?'' tanyaku sambil mengusap usap kedua mataku. Ternyata semua itu hanyalah mimpi. Aku pun lega. ''tapi kamu kok wangi sekali say?'' tanyaku heran sambil Menatap Wajah Dina yang Pucat PASI serta mencium aroma wangi yang berasal dari tubuh Dina.

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Sabtu, 26 Juli 2025

Cerita Hantu Penunggu Tonjong Ciamis




sore mendung, hujan rintik rintik membasahi setiap sudut jalan sementara laki-laki separuh baya tidak surut tetap melangkah sambil membawa karung lusuh kosong menyusuri jalan, dipinggiran tampak pohon pohon rimbun seperti belum terjamah manusia, tidak tampak orang yang lewat jalan itu mungkin karena sore telah menjelang malam.


entah sudah seberapa jauh laki-laki itu berjalan dan sudah berapa banyak perkampungan yang dilaluinya, memang sulit mencari rambut sisa yang sudah tidak terpakai yang bagi sebagian orang setelah rambutnya dipotong mungkin dibuang tidak mempunyai nilai, berbeda bagi pak maman baginya rambut-rambut sisa itu bisa menjadi pundi-pundi rupiah sebagai mata pencahariaan untuk menghidupi anak istrinya di desa sebrang.


kala itu sekitar tahun 1975 banyak orang yang berperopesi sebagai pencari rambut , namun salon-salon tempat cukur jarang bisa ditemui, hal itu karena biasanya orang-orang yang hidup di desa akan memotong rambutnya bergiliran dengan sanak saudara atau tetangga bahkan bisa mencukurnya sendiri, kemudian para pencari rambut akan datang membelinya, entah dibuat untuk bahan baku wig atau apa?.


sekian lama dia berjalan belum kunjung menemukan perkampungan, pak maman tidak akan pulang sebelum karungnya terisi penuh oleh rambut, hari semakin gelap “wah saya harus cepat-cepat menemukan tempat beristirahat jangan sampai kemalaman di jalan,” bisiknya dalam hati


saat itu dia tidak tau berada di daerah mana sebab memang sudah biasa baginya menyusuri perkampungan-perkampungan yang asing demi mendapatkan rambut. samar-samar dia melihat sebuah gubuk bambu yang terletak beberapa meter dari jalan yang sedang dilaluinya, pak maman segera bergegas mempercepat langkah menuju gubuk bambu tersebut.


tidak tampak orang dari luar haya terlihat cahaya lampu lilin di dalam, melalui celah dinding gubuk yang terbuat dari anyaman bambu, maklum listrik saat itu belum masuk desa.


“sampurasun, permisi” sapa pak maman sambil mengetuk pintu,

tidak kunjung ada suara di dalam,

“sampurasun, permisi , ada orang di dalam?”

ulang pak maman.


perlahan terdengar suara langkah disusul suara pintu terbuka, “rampes, siapa” seorang nenek nenek tua keriput dengan rambut panjang membukakan pintu, pak maman agak terkaget melihatnya namun dia berusaha menguasai diri “ma, maaf saya menggangu mau ikut berteduh dulu disini saya kemalaman di jalan”


“ooh, silahkan mangga masuk kedalam” jawab perempuan tua itu sambil mempersilahkan masuk,

rupanya sang nenek tinggal bersama suaminya pasangan kakek dan nenek-nenek yang setelah mengobrol bernama nenek dan kakek rumbai, “ai ujang dari mana, terus mau kemana sampe bisa kemalaman” tanya sang nenek, kemudian pak maman menjelaskan tentang peropesinya sebagai pencari rambut yang keluar masuk perkampungan sehingga dia sering kali kemalaman di jalan.


“aih tukang nyari rambut ujang te?

atu ari rambutmah disini banyak jang, tuh lihat deket pintu tengah” kata nenek itu sambil menunjuk ke arah ruang tengah


pak maman agak keheranan meskipun dia terbiasa ikut bermalam di rumah-rumah warga namun dia merasa susana malam ini agak aneh, dan mencekam selain karena dipinggir gubuk itu ada sungai besar hujan yang rintik-rintik di luar membuat buluk kunduk berdiri ditambah banyak rambut panjang yang menumpuk seperti sengaja dikumpulkan.


“sok aja ambil semaunya jang, ga usah sungkan-sungkan da disni juga engga terpakai”

suara nenek itu menyadarkan rasa takutnya yang membuat pak maman heran adalah kakek tua suami nenek itu dari semenjak dia datang tidak pernah bicara atau sekedar menyapanya, lelaki tua itu hanya duduk sambil menundukan wajahnya di depan lampu lilin sehingga pak maman tidak begitu jelas melihat wajahnya.

namun rasa takut pak maman sedikit terusir oleh rasa bahagia karena mendapatkan rambut yang banyak sehingga karungnya terisi penuh,

“wah besok saya bisa langsung pulang nih” uajr pak maman dalam hati

“uajang pasti laparnya”? kata nenek itu sambil menyuguhkan butiran butiran nangka yang besar-besar dibungkus daun pisang.


“aduh terimakasih nek saya jadi ngerepotin”kata pak maman sambil segera melahap nangka itu dengan rakusnya, maklum saja perutnya memang benar-benar lapar dari tadi siang belum terisi oleh apapun.


enaknya jang nangkana?”tanya sang nenek sambil tersenyum

“iyah enak pisan nek aduh terimaksih banyak” menjawabnya sambil melihat kearah senyum sang nenek yang baginya agak aneh tapi pak maman tidak begitu memperdulikanya, dan terus saja melahap nangka tersebut hingga habis.

“klw sukamah nenek kasih bekel buat nanti dijalan” tawar sang nenek dan pak maman hanya termanggut tanda setuju.


setelah hujan reda waktu itu sekitar pukul 9 malam pak maman memutuskan untuk melanjutkan perjalananya karena dia pikir toh karungnya sudah terisi oleh rambut dan besok bisa langusng di jual kepengepul.


pak maman pamit dan nenek tua itu memberi bekal nangka yang dibungkus daun pisang, setelah mengucapkan terimakasih pak maman melanjutkan langkahnya,sekitar satu jam pak maman berjalan untung saat itu sedang terang bulan dia menemukan pemukiman warga dan berhenti di warung kopi.


setelah memesan kopi hangat pak maman inging memakan buah nangka pemberian nenek tadi, perlahan dia buka daun itu sedikit terbuka namun bukan seperti buah nangka alangkah kaget pak maman setelah terbuka semua tenyata isinya, isinya seperti jari-jari jempol kaki kontan saja pak maman melemparnya jauh-jauh dia kemudian muntah muntah.


membayangkan yang dimakanya ternyata bukan buah nangka tapi jempol kaki manusia, pemilik warung terkaget-kaget kemudian menanyakan apa yang terjadi, pendengar penuturan kisah pak maman pemilik warung kemudian menjelaskan memang ada sebuah daerah di tonjong ciamis dekat sungai, tapi disitu sama sekali tidak ada gubuk bahkan rumah melainkan sebuah goa di dekat sungai disana terkenal angker.



konon disana ada penghuni macan yang apabila ada warga meninggal dunia dimalam jumat keliwon kuburanya akan digali oleh macan itu dan mayatnya dibawa menjadi santapan macan jadi-jadian, akhirnya pak maman tersadar mungkin rambut rambut yang menumpuk itu adalah rambut mayat, pak maman tidak henti-hentinya muntah dia terkaget dan memutuskan menginap diwarung karena takut pulang.


the end


👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND