Di sebuah desa terpencil di kaki Gunung Talamau, terdapat sebuah goa yang sejak puluhan tahun tak pernah berani dimasuki warga. Goa itu dikenal dengan satu nama yang membuat bulu kuduk berdiri setiap kali disebut: Goa Bunian.
Tidak ada papan larangan. Tidak ada pagar.
Namun tak satu pun warga yang berani mendekat setelah matahari terbenam.
Konon, goa itu bukan sekadar lubang batu—melainkan pintu menuju dunia lain.
1. Larangan yang Diabaikan
Raka, seorang mahasiswa pecinta petualangan, datang ke desa itu untuk meneliti cerita-cerita mistis Nusantara. Ia menertawakan mitos tentang bunian.
“Kalau benar ada, pasti sudah viral,” katanya sombong.
Meski kepala desa sudah melarang keras, Raka tetap nekat masuk ke Goa Bunian sendirian, hanya berbekal senter, kamera, dan keyakinan bahwa semua cerita itu hanyalah dongeng.
Begitu ia melangkah masuk, udara langsung berubah dingin.
Senter yang ia pegang berkedip, lalu stabil kembali.
Yang aneh—goa itu jauh lebih luas di dalam daripada yang terlihat dari luar.
2. Suara dari Kegelapan
Beberapa ratus meter masuk, Raka mendengar suara langkah…
bukan dari depan, melainkan dari belakangnya sendiri.
Saat ia menoleh, tidak ada siapa-siapa.
Namun suara itu terus mengikuti—pelan, teratur, seolah sengaja disamarkan.
Lalu terdengar bisikan:
“Raka… pulanglah…”
Ia membeku.
Tidak ada seorang pun di desa yang tahu namanya.
3. Desa yang Tak Pernah Ada
Tiba-tiba lorong goa terbuka lebar, berubah menjadi sebuah desa kecil bercahaya redup. Rumah-rumah kayu berdiri rapi. Anak-anak berlarian sambil tertawa. Seorang perempuan cantik mendekatinya dan tersenyum ramah.
“Selamat datang. Kau tamu kami.”
Raka merasa tenang. Terlalu tenang.
Jam tangannya berhenti berdetak.
Saat ia bertanya di mana dirinya berada, perempuan itu menjawab pelan:
“Ini rumah kami. Dunia yang tak seharusnya kau lihat.”
Barulah Raka sadar—ini bukan dunia manusia.
4. Harga Sebuah Kesalahan
Seorang lelaki tua muncul. Matanya hitam pekat tanpa putih.
“Kau boleh pulang,” katanya,
“tapi harus ada yang menggantikan.”
Sekejap, Raka melihat bayangan-bayangan manusia di sekitar desa—wajah mereka kosong, tubuh mereka samar.
Mereka adalah orang-orang yang dulu masuk ke Goa Bunian… dan tak pernah kembali.
5. Hilang Tanpa Jejak
Keesokan harinya, warga desa menemukan kamera Raka di mulut goa.
Isinya hanya satu rekaman terakhir:
“Kalau ada yang dengar ini… jangan pernah masuk ke Goa Bunian… mereka—”
Rekaman terputus oleh suara tawa pelan yang tidak manusiawi.
Hingga kini, setiap malam Jumat Kliwon, warga sering melihat seorang pemuda berdiri di dalam goa, menatap keluar dengan mata kosong.
Wajahnya…
persis seperti Raka.
Dan Goa Bunian tetap menunggu
korban berikutnya.
👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:
Posting Komentar