SUARA DARI KAMAR MANDI BELAKANG
Rumah kontrakan itu murah. Terlalu murah untuk ukuran rumah yang masih bagus dan berada di tengah kota.
Aku pindah ke sana karena kepepet. Tidak banyak tanya, tidak banyak mikir.
Malam pertama, semua terasa normal.
Sampai jam 02.13 dini hari.
Aku terbangun karena suara air menetes.
Tetes… tetes… tetes…
Padahal aku yakin keran kamar mandi sudah kututup rapat. Aku bangkit, membuka pintu kamar. Lorong gelap. Lampu ruang tengah mati. Udara terasa lebih dingin dari biasanya.
Suara itu berasal dari kamar mandi belakang.
Saat aku melangkah mendekat, suara tetesan berubah.
Bukan lagi air.
Seperti… daging basah yang jatuh ke lantai.
PLAK…
PLAK…
Bau amis menyengat. Aku menyalakan lampu kamar mandi.
Kosong.
Tidak ada apa-apa. Lantai kering. Tidak ada darah. Tidak ada air.
Aku menghela napas lega. Mungkin cuma imajinasiku.
Saat hendak mematikan lampu, aku melihatnya di cermin.
Ada bayangan berdiri tepat di belakangku.
Perempuan. Rambutnya panjang, basah, menutupi wajah. Kulitnya pucat kebiruan. Lehernya… tidak normal. Seperti pernah dipatahkan.
Aku berbalik cepat.
Tidak ada siapa-siapa.
Saat aku menoleh lagi ke cermin…
bayangan itu semakin dekat.
Dan kali ini, ia tersenyum.
Mulutnya terbuka lebar.
Giginya hitam.
Dan dari sela bibirnya, darah menetes ke wastafel.
Aku menjerit dan lari ke kamar. Mengunci pintu. Menyelimuti tubuhku sampai kepala. Jantungku hampir copot.
TOK… TOK… TOK…
Ada yang mengetuk pintu kamar.
Pelan. Teratur.
“Bukaaa…”
Suaranya parau, seperti air masuk ke paru-paru.
Aku menahan napas. Tidak menjawab.
TOK… TOK… TOK…
“Kamu mandi di kamar mandiku…”
Aku menangis. Tubuhku gemetar. Lalu suara itu menghilang.
Keesokan paginya aku berniat pindah. Tapi sebelum pergi, aku bertanya ke pemilik rumah.
“Pak… sebelumnya siapa yang tinggal di sini?”
Wajah bapak itu langsung berubah.
“Oh… belum kamu tahu?”
“Kamar mandi belakang itu dulu dipakai bunuh diri.
Penyewanya perempuan.
Lehernya patah karena jatuh, kepalanya membentur wastafel.”
Darahku dingin.
“Dia… masih sering mandi di situ.
Katanya…
kalau ada orang baru,
dia tidak suka kamar mandinya dipakai.”
Sejak hari itu…
aku tidak pernah lagi menyalakan lampu kamar mandi belakang.
Karena setiap kali gelap,
aku masih mendengar suara itu…
PLAK…
PLAK…
Seperti sesuatu yang jatuh dari leher yang patah π¨
π Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:
Posting Komentar